Monday, February 06, 2012
   
Text Size

Masalah Sebagai Ujian

"Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berduka cita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membukti kan kemurnian imanmu yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diriNya" (1 Petrus 1:6 -7).
Banyak sekali orang mengajukan pertanyaan klasik yang sudah jutaan kali ditanya kan selama berabad-abad lamanya : "Mengapa Tuhan mengijinkan adanya pende ritaan di dunia ini ?" Pertanyaan ini bukan hanya diajukan oleh kaum Atheis saja, bahkan juga jutaan orang yang percaya kepada Allah.
Begitu juga dengan pertanyaan : "Apabila Allah itu Maha Pengasih, dan Maha Kuasa mengapa la menciptakan bayi-bayi cacat, yang akan mengakibatkan pende ritaan bagi sang bayi maupun bagi orang tuanya untuk jangka waktu bertahun-tahun. Apakah itu benar-benar keinginan dan rencana Allah ?" Ya karena si setan tidak bisa merencanakan maupun menciptakan manusia.! Bahkan Yesus sendiri berfir man: "Karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam Dia".(Yohanes 9:1-3). Jawaban yang paling sederhana ialah :"Karena dunia ini bukanlah Sorga, jadi wajar lah apabila di dunia ini banyak sekali penderitaan dan juga banyak doa kita yang tidak dikabulkan".

Kalau didunia ini kita bisa Happy terus ngapain kita pulang ke Sorga, tinggal saja didunia terus. Definisi penderitaan itu apa? Pada dasarnya segala sesuatu yang menyakitkan dan mengganggu ketenangan kita, mulai dari rasa gatal digigit nyamuk sampai kanker stadium akhir. Mulai dari ditinggal pacar sampai dikhianati oleh orang yang kita kasihi. Begitu juga kehilangan materi, pekerjaan maupun harapan sehingga menim bulkan rasa sakit, sedih, kekecewaan, kecemasan maupun rasa takut.

Pada umumnya kita cuek bebek terhadap penderitaan orang lain, sepanjang tidak menyangkut diri atau keluarga kita sendiri. Kita baru menjerit melolong rasa sakit, apabila penderitaan tersebut datang menerpa diri atau keluarga kita. Oleh sebab itulah Tuhan mendatangkan penderitaan kepada kita agar kita ingat kepada sesama manusia yang sedang menderita. Terlebih lagi kita ingat dan mau lebih dekat lagi kepada Tuhan.Tidak bisa dipungkiri, manusia akan lebih rajin ingin berdoa sampai doanya tidak pernah diputus oleh kata amin, apabila mereka menderita. Tetapi pada saat kita senang kita sering lupa kepada Tuhan, boro-boro butuh dan ingat kepada Tuhan, sama bini dan anak dirumah saja sudah lupa, yang diingat hanya Wanita Idaman Lain (WIL) atau Pria Idaman Lain (PIL) melulu. Maka dari itu Tuhan menginginkan melalui penderitaan ini kita sadar, bahwa tanpa Dia kita ini tidak lebih bernilai dari pada cacing atau semut. Terlebih lagi dalam penderitaan kita mulai berpaling dari "apa yang kita punya kepada Allah yang punya". Dalam kesenangan kita akan membanggakan diri dengan kepintaran, harta maupun kekuasaan kita, tanpa mau menyadari bahwa itu semuanya adalah kepunyaan Allah yang diberikan sekedar pinjaman saja kepada kita untuk sesaat.

Suatu ketika apa yang kita miliki bisa hilang lenyap. Entah itu harta, kepandaian atau seperti orang tua yang ingin anaknya menjadi pandai, sehingga mau menyekolahkan anaknya setinggi mungkin, S1, atau S2 dengan bersusah payah dan penuh pengorbanan. Demikian juga Tuhan. Dia ingin anakNya menjadi pintar. Caranya ? la memberikan Test atau ujian kepada kita berupa penderitaan. Untuk test ini ia telah repot-repot menyediakan buku pelajaran berupa "Alkitab", hanya sayangnya kitab tersebut tidak pernah atau jarang dibaca, hanya dijadikan penggebuk kecoa atau pengganjel pintu. Agar kita bisa lulus dari test, la telah menyediakan dosen-dosen kondang, yang mau memberikan pelajaran lisan setiap Minggu yaitu para hambaNya yang berkhot bah di gereja. Walaupun demikian Tuhan juga tahu akan kemampuan kita, ia tidak akan memberi kan soal yang sulit-sulit yang diluar kemampuan kita, seperti juga la tidak akan memberikan soal logaritma kepada anak-anak TK.

Hampir dalam setiap soal selalu ada pertanyaan : Apakah kita lebih mencintai pem berian Allah itu dari pada Sang Pemberinya? Abraham telah lulus test, la bersedia mengorbankan puteranya, tetapi bagaimana dengan Anda dan saya, pada saat kita kehilangan pekerjaan, kesehatan, harta atau orang-orang yang kita kasihi ? Kita ngambek bahkan mendemo Allah, karena kita lebih mengasihi pemberianNya" dari pada "Sang Pemberi". Beda dengan si Iblis ia tidak menguji kita melainkan menggoda kita: Entah dengan cewek cantik, harta yang tidak halal atau jabatan dari hasil KKN. Tujuan godaan iblis adalah untuk memusnahkan kita. Tujuan Tuhan mengijinkan kita mengalami ujian supaya kita sebaliknya bisa lebih peka terhadap Dia dan FirmanNya, serta memberkati kita. (Mbs, dari berbagai sumber).
 
"HENDAKLAH KEBAIKAN HATIMU DIKETAHUI SEMUA ORANG"
(Filipi 4:5 a)
 
 
 

Comments  

 
0 #1 Rafles 2011-01-06 11:30
good....i like this.. :roll:
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

News Update

"Mohon dukungan & doanya untuk pelayanan YAMARI thn 2012. Rencana anggaran Rp.530 juta. Rencana penerimaan rutin & non rutin (pengurus & mitra) Rp. 277 juta. Masih diperlukan Rp.303 juta.
Jika Anda terbeban click disini

Sahabat Yamari

Member's Birthday

  • Erdiyanto Lumban Gaol
    birthday will Wednesday, 08 February 2012

Kalender Kegiatan

February 2012
S M T W T F S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 1 2 3
Find us on facebook
Retreat Nasional VI
Jubah Pujian

Pilih Bahasa

Renungan Firman

Latest Comments

  • saya sangat berminat utk bergabung dalam persekutu... More...
  • sssiiipppp nian.., :lol: More...
  • saya ingin naxa.,.,.,apakah seorang laki2 yg berag... More...
  • Alangkah terbatasnya kuasa Tuhan Yesus, sampai-sam... More...
  • saya sangat bersyukur membaca dan memperhatikan ap... More...

Shoutbox

Subscribe to sahabatyamari
kesaksian
Konseling & Doa
Pasang Iklan
Google Sitemap Generator Powered by  MyPagerank.Net

Friends Online

Powered by EvNix