Dari Sdri. L. di Surabaya
Saya ingin menanyakan, pantaskah berpacaran dengan orang yang beda usia 20 tahun, mengingat kami sudah sangat lama dekat tanpa status yang jelas, meskipun kami sama-sama masih single.
Hal ini ditentang oleh keluarga saya. Bagaimana meyakinkan keluarga agar bisa menerima hal ini? Saat ini keluarga sedang berusaha untuk menjauhkan saya dari orang tersebut. Selain itu, sang cowok juga menurut saya takut berpisah. Bagaimana agar kami tidak sembunyi-sembunyi lagi dan agar dia berani mengambil sikap untuk status yang jelas?
Saya takut kehilangan. Bagaimana mempertahankan semua ini dan agar dia tidak berpaling atau mempermainkan saya? Terima kasih atas jawabannya.
Jawaban
Sdri. L. di Surabaya, dalam pernikahan yang normal dan ideal, jarak usia tidak boleh terlalu jauh. Saya sarankan antara 1-5 tahun saja. Selain itu persetujuan dari orang tua sangat penting kalau tidak ingin hubungan dengan keluarga dan orang tua terputus. Sebagai calon suami, ’si dia’ harus berani mengambil keputusan untuk menyatakan kesungguhannya bahwa ’dia’ memang sangat mencintai saudara.
Sebagai orang beragama, tentunya pernikahan yang dilangsungkan harus mendapat restu dari orang tua dan diberkati di rumah ibadah. Dan sebagai warga negara yang baik, tentu saja mendapatkan surat resmi dari pemerintah (cacatan sipil).
Masing-masing pihak (calon suami & calon istri), harus yakin, bahwa pasangannya adalah betul-betul jodoh yang Tuhan berikan. Untuk mempersiapkan pernikahan, alangkah baiknya kalian mengikuti BINA PRANIKAH atau Katekisasi Pernikahan, hal tersebut untuk mempersiapkan diri memasuki kehidupan rumah tangga yang sehat dan bahagia.
Demikian tanggapan dan saran saya. Tuhan Yesus memberkati.





Comments
Salam dalam nama Yesus Kristus,
Faktor umur bukanlah penghambat jika anda mencintai pasangan anda. Yang penting ada keyakinan dahulu di anda dan pasangan anda untuk menikah. Jika anda berdua sudah yakin, saya percaya, anda bisa meyakinkan dan mengubah pola pikir orang tua anda yang tidak setuju.
Yang penting anda berdua harus siap secara Moral, finansial dan segalanya, jika tidak siap lebih baik jangan menikah dahulu.
Saya menikah dengan beda usia 14 tahun dengan pertentangan sana sini baik dari pihak keluarga maupun gereja. Namun karena keyakinan dari kami berdua, akhirnya kita memperoleh restu. kita maju terus dan akhirnya menikah.
Saat ini saya dan istri saya sudah menjalani 4 tahun nikah dengan kehidupan yang harmonis dan dikarunia putra yang lucu.
Yang penting, tetap harus memperoleh restu dari orang tua kedua belah pihak jika anda ingin menikah.
Terus berjuang. Tuhan akan membantu anda.. Amin
RSS feed for comments to this post