Hal ini benar-benar secara sadar saya mengalami. Suara hati saya mengatakan “perhitungkan usiamu” dan setelah saya pertimbangkan apakah hal ini dimaksudkan untuk menata kehidupan saya untuk menikah atau bagaimana? Hal ini memang aneh. Hal inilah yang menyebabkan saya menjadi gelisah dalam menjalani setiap langkah kehidupan saya. Bahkan untuk mencapai keberhasilan, baik itu dalam pekerjaan maupun rencana untuk mencari seorang pasangan hidup, seolah-olah terhalangi oleh suara yang ada di hati saya. Waktu 1 tahun lalu suara hati atau suara di telinga saya mengatakan itu suara Tuhan. Hal ini saya tidak percaya. Karena Tuhan kan memberikan kedamaian pada setiap manusia bukan kegelisahan. Mohon bantuannya. Terima kasih.
Jawaban
Sehubungan dengan masalah yang anda alami, saya ingin memberikan tanggapan dan saran, kiranya dapat bermanfaat bagi anda.
Suara hati diciptakan oleh Tuhan untuk setiap manusia, dan suara hati itu adalah bagian penting dalam hidup manusia, itu merupakan sebuah alarm untuk memberikan peringatan dini agar lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan ini. Karena itu dibutuhkan suatu kepekaan untuk mendengar dengan baik dan benar.
Untuk menguji kebenaran suara itu, tergantung dari sejauh mana pengenalan anda kepada Tuhan yang anda sembah. Dalam Alkitab ada tertulis : ”Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” (Maz.90:12)
Ayat tersebut, mengajarkan kepada kita untuk selalu instropeksi diri, sejauh mana penggunaan waktu selama kita hidup di bumi ini. Waktu yang diberikan kepada setiap orang sama, 24 jam sehari atau 168 jam seminggu. Karena itu janganlah banyak waktu anda yang terbuang dengan sia-sia, tapi gunakan waktu anda dengan baik dan bijaksana, yaitu melakukan hal-hal yang berguna dan penting, bagi hidup anda, bagi orang tua anda, dan juga bagi lingkungan anda.
Jangan terpancing dengan suara-suara yang membuat anda kehilangan damai sejahtara sehingga anda menjadi gelisah. Percaya dan percayakanlah hidup anda kepada Tuhan Yesus lebih sungguh-sungguh lagi. Perbanyak waktu untuk bersekutu dengan Tuhan melalui doa, pujian dan firman Tuhan.
Apa yang saya sampaikan kepada anda ini lebih bersifat rohani, karena itu saya menyarankan anda untuk bertemu dan berkonsultasi juga dengan psikiater, karena mereka ahli dalam bidangnya, tentunya akan sangat membantu mengatasi masalah anda.
Demikian tanggapan dan saran dari saya.




