
Bekasi - SELURUH jemaat HKBP Filadelfia, Tambun Utara, Bekasi, sangat terkejut atas tindakan penyegelan lokasi gereja oleh pemerintah daerah (Pemda) Bekasi, Selasa, 12 Januari 2010. Keterkejutan itu lantaran sebelumnya tak ada tanda-tanda/pemberitahuan bahwa lokasi gereja mereka bakal disegel.
Terkait demo warga yang menuntut penolakan pembangunan dan pelaksanaan kebaktian di gereja itu pada Jumaat, 25 Desember 2009 lalu, sebenarnya tengah diupayakan penyelesaiannya oleh pihak pengurus gereja. Selama itu, pihak pengurus dan panitia pembangunan gereja bekerja keras hendak menuntaskan segala permasalahan yang menjadi dasar penolakan warga itu. Hampir tiap hari mereka berhubungan dengan tokoh-tokoh masyarakat setempat, warga sekitar, institusi-institusi tertentu yang berhubungan dengan kewenangan persetujuan pendirian rumah ibadah, dan juga kepada lembaga pemerintah setempat dari ketua RT/RW, kepala dusun, camat hingga bupati Bekasi—yang sebetulnya upaya itu sudah dilakukan jauh sebelum gereja itu dibangun.

Mimpi buruk terus menghantui sebuah Gereja Huria Kristen Batak Protestan, HKBP, Filadelfia di Bekasi, Jawa Barat. Natal lalu, jemaat dipaksa menghentikan ibadahnya.
Sepanjang Januari, gereja sudah diserang beberapa kali. Alasannya sama, tak ada IMB, yang sebetulnya tak kunjung dikeluarkan bupati setempat. Reporter KBR68H Quinawaty Pasaribu menyaksikan langsung ketika gereja diserang Forum Komunikasi Umat Islam FKUI. Mengapa mereka tak boleh ibadah?
Demo di muka gereja
Hari Minggu, pertengahan Januari, pukul 9 pagi. Jemaat Gereja HKBP Filadelfia tengah beribadat.
Suasana demo di depan gereja:
"Pokoknya disegel pak, disegel ... betul ... betul ... betulllll ... dari kemarin juga sudah disegel ... segel ... segel ... segel ..."

KUALA LUMPUR — Aksi perusakan gereja masih berlanjut di Malaysia. Kamis (14/1/2010) dini hari, vandal mengguyur sebuah gereja dengan cat. Secara terpisah, perampok mengobrak-abrik kantor pengacara yang membela orang-orang Kristen Malaysia dalam upaya mereka menggunakan kata "Allah".
Kepala polisi setempat, Osman Mohamed Sebot, mengatakan, Gereja St Elizabeth di selatan Negara Bagian Johor disiram dengan cat merah, Kamis dini hari. Itu merupakan gereja ke-10 yang diserang atau dirusak sejak akhir pekan lalu di negara tersebut. Selama ini orang dari beragam keyakinan hidup berdampingan tanpa konflik di Malaysia.


More Articles...
Page 1 of 4





