
Dan patut bagi kita, umat Kristiani khususnya, untuk bersyukur karena dalam pemilihan Presiden, Wakil Presiden dan para Wakil Rakyat periode ini tidak terjadi gejolak sosial yang berarti.
Sekarang, setelah terbentuknya pemerintahan yang baru, sebagai Warga Negara yang baik, kita seharusnya mampu dan wajib memberikan kontribusi untuk ikut membangun negeri tercinta ini. Apalagi negeri tercinta ini masih utuh, dan eksis meski banyak yang mencoba mengguncang stabilitas nasional, baik dari dalam mau pun luar.
Coba saja kita tengok Nehemia dan Ezra ketika membangun tembok dan kota Yerusalem yang sudah luluh lantak, semua rakyat dari berbagai lapisan mendukung berdirinya tembok dan kota Yerusalem, meski pun mereka sendiri berstatus, “warga buangan”. Kalau begitu, alangkah naifnya kalau kita sebagai bangsa Indonesia, khususnya umat Kristiani, hanya menjadi penonton dan asyik dengan urusannya sendiri. Adalah tanggung jawab kita sebagai bagian dari bangsa ini untuk turut memikirkan tentang apa yang seharusnya kita lakukan untuk negeri ini.
Read more... Add new comment
Pemilihan Umum untuk para Caleg baru saja berakhir. Kini bangsa Indonesia tinggal menunggu Pemilu untuk memilih presiden pada bulan Juli yang akan datang.
Tentu saja kita semua berharap agar pemilihan ini berjalan dengan baik dan lancar. Dan terutama tepat dalam memilih. Karena kalau sampai salah pilih akibatnya bisa fatal. Janji hanya sekedar janji, biasanya kalau sudah terpilih kan tidak mungkin turun lagi selama masa jabatannya.Paling apes, ya tidak terpilih lagi pada pemilu yang akan datang. Karena itu anggota legislatif maupun presiden terpilih tidak harus pusing amat kalau tidak mampu memenuhi janjinya. Kalau sudah salah pilih begini yang paling tidak merasa bersalah adalah golput. Mereka tidak merasa bertanggung-jawab, karena tidak terlibat dalam soal pilih-memilih. Tetapi apapun yang terjadi sebenarnya para pemilih ini kan bermaksud baik. Mereka ikut bertanggungjawab sebagai warga negara yang memiliki negeri ini. Kalaupun ia salah memilih, apa boleh buat. Bukankah lebih baik melakukan sesuatu meskipun salah dari pada tidak melakukan apapun.
Kita pasti baca atau setidaknya mendengar berita tentang ibu hamil yang mati kelaparan bersama anak dalam kandungannya di Sulawesi. Selain itu, ada berita tentang puluhan anak di Timor, NTT yang menderita gizi buruk atau bahkan busung lapar. Tidak hanya itu...
Pokoknya, masih sangat banyak, bahkan mereka ada di antara dan sekitar kita. Apakah gejala tersebut mengentak kesadaran kita? Entah….!
Marilah kita sejenak berandai-andai. Andaikan Tuhan menciptakan lang it dan bumi lengkap dengan taman Edennya tanpa menciptakan manusia, apakah yang akan terjadi? Tentu taman seindah itu jadi mubazir, karena tidak ada yang mengelolanya, yang menikmatinya, dan akan menjadi sunyi sepi. Seandainya itu yang terjadi, lalu apakah yang akan dikerjakan Tuhan? Akankah Tuhan memandangi ciptaanNya yang indah itu seorang diri? Lalu untuk apa? Entahlah Alkitab tidak menulis hal itu. Tetapi seandainya anda yang menjadi Tuhan, apa yang akan anda lakukan? Saya sependapat dengan Tuhan. Menciptakan manusia untuk mengelola taman, dan mengaguminya, dan memuji Sang Pencipta, mengasihiNya, dan dekat dengan Dia.
Banyak perkara, tak dapat kumengerti
Mengapakah harus terjadi di dalam kehidupan ini
Satu perkara yang kusimpan dalam hati
Tiada sesuatu kan terjadi tanpa Allah peduli.....dst.
Untaian baris kalimat di atas adalah sebagian dari lirik sebuah lagu berjudul "Allah Peduli". Dan ketika nyanyian ini dikumandangkan dari bibir anggota jemaat dalam sebuah ibadah di gereja, tentu tidak semua mempunyai respon yang sama terhadap lagu ini.
More Articles...
Page 1 of 2





