Pemilihan Umum untuk para Caleg baru saja berakhir. Kini bangsa Indonesia tinggal menunggu Pemilu untuk memilih presiden pada bulan Juli yang akan datang.
Tentu saja kita semua berharap agar pemilihan ini berjalan dengan baik dan lancar. Dan terutama tepat dalam memilih. Karena kalau sampai salah pilih akibatnya bisa fatal. Janji hanya sekedar janji, biasanya kalau sudah terpilih kan tidak mungkin turun lagi selama masa jabatannya.Paling apes, ya tidak terpilih lagi pada pemilu yang akan datang. Karena itu anggota legislatif maupun presiden terpilih tidak harus pusing amat kalau tidak mampu memenuhi janjinya. Kalau sudah salah pilih begini yang paling tidak merasa bersalah adalah golput. Mereka tidak merasa bertanggung-jawab, karena tidak terlibat dalam soal pilih-memilih. Tetapi apapun yang terjadi sebenarnya para pemilih ini kan bermaksud baik. Mereka ikut bertanggungjawab sebagai warga negara yang memiliki negeri ini. Kalaupun ia salah memilih, apa boleh buat. Bukankah lebih baik melakukan sesuatu meskipun salah dari pada tidak melakukan apapun.
Tetapi sebagai warga bangsa Indonesia yang cinta negeri tentu kita semua berharap siapapun yang terpilih memimpin bangsa ini adalah anak bangsa yang terbaik. Bukan hanya masalah dan kehidupan di dunia saja kita harus memilih. Dalam Alkitab ada tertulis banyak hal yang harus kita pilih. Sebab Tuhan menciptakan manusia bukan seperti robot, tetapi manusia hidup yang memiliki kehendak bebas untuk memilih. Artinya mereka boleh memilih sesuka hati.
Bedanya dengan pemilu di dunia, manusia bisa tidak memilih alias golput. Tetapi dalam kehidupan rohani, mengenai keselamatan dan beberapa hal, harus memilih. Golput tidak ada tempat disini. Yos 24:15, “Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada Tuhan pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu mau beribadah, allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku kami akan beribadah kepada Tuhan”.
Banyak lagi ayat yang mendukung soal pilih memilih ini, meskipun tidak secara harfiah. Ulangan 28, menghadapkan kita juga untuk memilih berkat atau kutuk. Alkitab juga menulis bahwa ada dua jalan yang harus kita pilih, yang lebar atau yang sempit. Pilihan itu ada di tangan kita. Mau tak mau kita harus memilih. Tidak ada cerita golput di sini.
Sekarang dalam kehidupan yang kita hadapi, banyaknya sakit penyakit yang mengerikan, harga kebutuhan hidup yang tak terjangkau, kekerasan, perang, korupsi merajalela, kemiskinan dan kelaparan dan seabrek penderitaan lainnya, semua itu terjadi hanya karena dua kata. SALAH PILIH.
Sesederhana itu? Ya. Mommy Eva alias Ibu Hawa juga harus memilih. Menurut Firman Allah atau bujukan iblis. Dia memilih yang kedua. Inilah akibatnya, kita diusir dari Firdaus yang serba indah. Fatal kan? Karena itu jangan kita salah pilih yang ke dua kali. Kita pilih mengikuti Firman Allah, dan kita bersama Yesus, kembali ke Firdaus.
Sri Rastiti





