
Marilah kita sejenak berandai-andai. Andaikan Tuhan menciptakan lang it dan bumi lengkap dengan taman Edennya tanpa menciptakan manusia, apakah yang akan terjadi? Tentu taman seindah itu jadi mubazir, karena tidak ada yang mengelolanya, yang menikmatinya, dan akan menjadi sunyi sepi. Seandainya itu yang terjadi, lalu apakah yang akan dikerjakan Tuhan? Akankah Tuhan memandangi ciptaanNya yang indah itu seorang diri? Lalu untuk apa? Entahlah Alkitab tidak menulis hal itu. Tetapi seandainya anda yang menjadi Tuhan, apa yang akan anda lakukan? Saya sependapat dengan Tuhan. Menciptakan manusia untuk mengelola taman, dan mengaguminya, dan memuji Sang Pencipta, mengasihiNya, dan dekat dengan Dia.
Itu yang Ia butuhkan, karena Tuhan tidak bisa memuji diriNya sendiri. Selain itu Tuhan juga memerlukan sahabat untuk bekerja sama melakukan pekerjaanNya, untuk tempat Dia curhat mengenai apa yang akan dilakukanNya. Yohanes 15:14 dst membuktikannya. "Kamu adalah sahabat Ku jikalau kamu berbuat apa yang Ku perintahkan kepadamu. Aku tidak lagi menyebut kamu lagi hamba sebab hamba tidak tahu apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat karena aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah kudengar dari BapaKu. Bukan kamu yang memilih Aku tetapi Akulah yang memilih kamu, dst".
Jelaslah disini bukan hanya kita yang perlu Tuhan, tetapi juga Tuhan perlu kita. Kalau kita menyadari hal ini sebenarnya kita sangat beruntung punya mitra kerja dan sahabat yang bisa bekerja sama, dengan saling menguntungkan. ProyekNya di bumi ini menyelamatkan manusia. Siapakah manusia yang dipilih untuk bekerja sama? Manusia yang dipilih Dia untuk menjadi sahabatNya. Apakah anda yang dipilihNya? Kalau iya, berbahagialah. Jangan disia-siakan. Manusia tak bisa menyodor-nyodorkan diri agar dipilihNya. Kita juga tidak tahu kriteria mengapa kita dipilihNya. Dasarnya karena anugerah, dan kehendakNya yang tak terselami.
Anehnya, banyak orang yang sudah dipilih, malah banyak ulahnya. Buktinya banyak orang yang sudah dipilih bekerja di ladangnya tidak serius melakukan pekerjaanNya yang sudah Dia percayakan. LadangNya adalah area dimana kita bekerja, atau berada. Di kantor, di kampus, di rumah, di pasar, di mana saja. Beritakan namaNya. Bukan hanya dengan lidah dan bibir, tapi dengan Perbuatan nyata. Yang karyawan jangan korupsi, yang pelajar mahasiswa jangan nyontek, yang pendeta jangan pasang tarip, yang ibu rumah tangga urus suami dengan penuh tanggung jawab, dan seterusnya, dan seterusnya.
Yang namanya kerja sama, di pihak Tuhan juga punya bagian. Dia melakukan apa yang kita tidak mampu. Memberitakan dan melakukan FirmanNya itu tugas kita. Soal yang membuat hati bertobat itu tugas Roh Kudus. Karena itu kalau anda merasa menjadi sahabatNya, dan terpilih lakukan tugas kita dengan penuh tanggung jawab. Kalau sudah melakukan itu bagus, kalau belum yuk kita mulai. Bagaimana kalau kita awali dengan membagikan Berita Yamari ini kepada orang lain? Anda bukan hanya sahabat Tuhan, tapi Sahabat Yamari juga. Bagaimana? Setuju?
( SR )






