Banyak perkara, tak dapat kumengerti
Mengapakah harus terjadi di dalam kehidupan ini
Satu perkara yang kusimpan dalam hati
Tiada sesuatu kan terjadi tanpa Allah peduli.....dst.

Untaian baris kalimat di atas adalah sebagian dari lirik sebuah lagu berjudul "Allah Peduli". Dan ketika nyanyian ini dikumandangkan dari bibir anggota jemaat dalam sebuah ibadah di gereja, tentu tidak semua mempunyai respon yang sama terhadap lagu ini.
Ada yang sekedar ikut menyanyi tanpa ekspresi, tapi ada juga yang" nggrantes" menggores dalam lubuk hati.
Tetapi, bukankah dalam kehidupan kita, memang sering kita alami seperti dalam lirik lagu di atas. Mengapa orang-orang fasik menikmati hidup dengan bersuka-ria, sementara orang benar harus mengalami nasib yang merana. Mengapa orang baik-baik semakin tertindas, sementara orang jahat semakin merajalela.
Seorang teman yang waktu itu sibuk menghitung dosanya saat dia sedang menghadapi maut karena penyakit kanker hati, berkata kepada saya "Saya sakit begini , dosa apalagi yang kulakukan, kayaknya semua saya sudah minta ampun. Lagi pula saya selalu berusaha untuk hidup benar dihadapanNya".
lalu seorang korban "Lumpur Lapindo" berkisah sedih bahwa rumahnya yang dibelinya dengan cara mencicil sebagai pensiunan Perwira Menengah Angkatan Laut terpaksa ditinggalkannya karena mulai terbenam lumpur. Ia berkata" Sungguh aku bayar rumah itu dengan uang mahal menyisihkan sedikit demi sedikit uang pensiunan dan dibantu dari anak-anak".
Lalu saya menyaksikan seorang Gembala Sidang di pelosok Propinsi Bengkulu yang melayani dengan sepenuh hati kepada para transmigran, ekonominya "senin kemis" hingga ketika isterinya melahirkan, dokter yang menanganinya bukan hanya tidak mau dibayar, tapi bahkan menyumbangkan sebuah kasur yang tidak dimiliki pendeta itu.
Sementara itu di tempat lain para manipulator, koruptor, penipu rakyat, bahkan yang berkedok pelayanan tapi untuk mengeruk harta bagi dirinya dan keluarganya, hepi-hepi saja. Sehat wal afiat bermandikan uang haram. Sungguh tak bisa dimengerti.
Tetapi Tuhan memang tidak menuntut agar kita mengerti semua.Alkitab menulis:" Sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu dan jalanmu bukanlah jalanKu, demikianlah firman Tuhan." (Yes. 55:8).
Hikmat Allah memang tak terselami oleh pikiran manusia yang sangat terbatas. Banyak para filosof Kristen yang mencoba mengerti semua hal, dan belajar sampai botak.Hasilnya kalau tidak murtad maka mungkin ia bisa gila.Karena itu Tuhan hanya minta agar kita percaya kepada Tuhan Yesus, yang sudah mati dan menebus dosa kita , dan bangkit agar kita mewarisi hidup yang kekal. Menghadapi hidup apa adanya, mengalir menurut tuntunan Roh Kudus dan Firman Tuhan. Allah mengerti dan Dia peduli. Kalau Dia peduli, Dia takkan berdiam diri. Dia bekerja menurut caranya. Itu sudah cukup. (SR)







Comments
JBU
RSS feed for comments to this post