
Dan patut bagi kita, umat Kristiani khususnya, untuk bersyukur karena dalam pemilihan Presiden, Wakil Presiden dan para Wakil Rakyat periode ini tidak terjadi gejolak sosial yang berarti.
Sekarang, setelah terbentuknya pemerintahan yang baru, sebagai Warga Negara yang baik, kita seharusnya mampu dan wajib memberikan kontribusi untuk ikut membangun negeri tercinta ini. Apalagi negeri tercinta ini masih utuh, dan eksis meski banyak yang mencoba mengguncang stabilitas nasional, baik dari dalam mau pun luar.
Coba saja kita tengok Nehemia dan Ezra ketika membangun tembok dan kota Yerusalem yang sudah luluh lantak, semua rakyat dari berbagai lapisan mendukung berdirinya tembok dan kota Yerusalem, meski pun mereka sendiri berstatus, “warga buangan”. Kalau begitu, alangkah naifnya kalau kita sebagai bangsa Indonesia, khususnya umat Kristiani, hanya menjadi penonton dan asyik dengan urusannya sendiri. Adalah tanggung jawab kita sebagai bagian dari bangsa ini untuk turut memikirkan tentang apa yang seharusnya kita lakukan untuk negeri ini.
Yang terpenting dan yang terbaik kita lakukan ialah, melakukan hal terbaik di setiap tugas yang menjadi tanggung jawab masing-masing. Kalau menjadi pejabat, janganlah korupsi, kalau menjadi sopir jangan melanggar rambu lalu lintas, kalau menjadi pendeta, taburlah rman Tuhan dengan benar. Itulah sebagian kecil perbuatan yang seharusnya bisa kita lakukan.
Yesus sendiri sebagai warga masyarakat juga melakukan tugasnya dengan baik. Salah satunya dengan taat dalam hal membayar pajak. Yakni, mewujudkan kewajibannya sebagai Warga Negara yang bertanggung jawab. Walau untuk itu harus melakukan mujizat yang ajaib, yaitu mengeluarkan uang dari mulut ikan.
“Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah” (Mat 22:21). “ Itulah kata bijak Yesus sehubungan dengan tanggung jawabnya sebagai Warga.
Nah, kalau Yesus saja sudah mematuhi aturan dunia yang berlaku kala itu, maka seharusnya kita juga patut mengikuti langkahNya itu. Sebuah contoh jelas bahwa sebagai seorang Kristiani yang baik dan benar, kita harus taat kepada hukum dan peraturan yang berlaku. Bukan justru melanggarnya demi kepentingan pribadi atau kelompok sendiri.
Sesingkatnya, lakukanlah hal terbaik bagi Bangsa, Negara dan Pemerintah ini. Yakni, bentuk kontribusi kita sebagai anak bangsa, dan sebagai bagian dari umat Kristiani negeri ini!
(Sri Rastiti)






