Thursday, February 23, 2012
   
Text Size

Bagaimana Cara Mencegah Suami Selingkuh?

Selingkuh
Seperti sebuah sarkasme, namun kesimpulan sebuah survei yang dilakukan oleh majalah Eksekutif terhadap 500 pria eksekutif di Jakarta beberapa waktu yang lalu mengatakan tiga dari dua pria selingkuh. Benarkah demikian? Survei yang dilakukan sosiolog Amerika, Eric Anderson ini, menunjukkan bahwa meskipun mencintai pasangan dan tidak berniat meningggalkannya, pria tetap selingkuh. Apa penyebabnya?

Pria menginginkan seks lebih sering

Secara emosional, pria sebenarnya ingin tetap bersama satu pasangan. Sayangnya, tubuh mereka rupanya mendambakan seks. Untuk mendapatkan kesimpulannya ini, Anderson mensurvei 120 pria prasarjana, baik yang normal maupun gay. Ia mendapati 78 persen pria yang memiliki pasangan ternyata selingkuh. Karena itu, hubungan badan saat pernikahan sangat penting agar tetap terjaga hubungan yang harmonis.
 

33 TAHUN YAMARI, Menghitung Hari, Menajamkan Visi

Ajar kami Tuhan, menghitung hari-hari
agar kami beroleh hati bijaksana
Ajar kami Bapa, hidup dalam jalan-Mu
agar semua rencana-Mu digenapi…

 
JojoTentu bukan tanpa kisah saat pasangan suami isteri Robert dan Lea Sutanto menulis lirik lagu rohani yang populer di akhir 1990-an ini. Penyertaan Tuhan dalam hidup kita dari hari ke hari merupakan sebuah rangkaian mujizat, bagaimana Ia mencukupi kebutuhan, membuat raga kita sehat, hingga menjadikan lingkaran berkat yang bisa kita bagi maupun ambil pada saatnya masing-masing.
Fenomena ini kemudian selalu membuahkan pertanyaan setiap usia kita bertambah. Apa yang sudah kita lakukan sepanjang usia ini? Benarkah dalam perjalanan hidup yang bertambah setahun itu sudah menjadi berkat bagi sesama? Pun demikian dengan Yayasan Marturia Indonesia (YAMARI) yang memasuki usia ke-33 tahun terus diasah untuk mencemerlangkan visi dan misi yakni memanggil orang yang tidak benar supaya menjadi benar.
 

Antara Khotbah dan Lagu Keroncong

Indo Italia itu bernama Max Valerio. Muda, tampan, dan bergelar pendeta. Yang membedakan Maxi, begitu dia akrab disapa, dengan pendeta yang lain, adalah dia penggemar lagu berirama keroncong sekaligus suka menyanyikannya. Bahkan beberapa waktu lalu, dia mengisi sebuah acara di Solo mendampingi maestro keroncong Indonesia,  “Si Walang Kekek” Waljinah. Tentu saja pertunjukkan ini merupakan sesuatu yang unik. Lajang bule yang adalah warga negara Indonesia ini, menyanyikan lagu irama keroncong dengan penuh penghayatan. Saya teringat, suatu ketika ia menyanyikan  lagu Indonesia Pusaka dengan nada yang menyentuh hati dan bahasa Indonesia yang fasih, di rumah salah satu mantan petinggi negara di awal tahun ini. Di situlah saya pertama kali mengenalnya. Penampilannya yang cuek mengusik rasa ingin tahu saya. Siapa bule satu ini yang “cuek bebek”? Ternyata ia seorang hamba Tuhan. Bukan pendeta gembala, tetapi pemberita Injil. Max mengawali pelayanannya sebagai penginjil di tahun 2000 selama lima tahun.

 

Harga yang harus dibayar untuk sebuah prinsip dan konsistensi

Agnes Samsoeri
Sejak duduk di SMA saya sudah menjadi guru sekolah minggu. Teman-teman sudah paham, kalau buat acara harus setelah sekolah minggu. Terkadang saya masih mengajar, teman-teman sudah menunggu dengan sepeda motor siap untuk jalan-jalan keluar kota.
 
Menjalankan pelayanan rohani merupakan kegiatan yang sangat disuport  di keluarga saya. Setelah dewasa saya memilih untuk menjadi wartawan, memberitakan penderitaan orang, ketidak-adilan yang terjadi dan semacam itulah. Pekerjaan sebagai wartawan memang penuh tantangan, tapi relative lebih bebas, seakan tidak punya atasan, jam kerja fleksibel.  
 

Jika Tinggal Sehari...

Jojo Raharjo
Pernahkah Anda membayangkan hidup ini tinggal sehari saja? Apa yang akan Anda perbuat jika usia kehidupan Anda tinggal 24 jam saja.
 
Dalam status jejaring sosial, seorang kawan menyatakan rasa tertegunnya, saat ia mendengar seorang ayah yang berduka. Dengan tegar, sang ayah berkata ke hadapan jenazah puteranya yang meninggal karena sakit,, ''Perjuanganmu sudah selesai, Nak…''
 
Begitulah, kehidupan ini adalah sebuah misteri. Semakin canggih manusia menemukan rekayasa kedokteran dan juga teknologi digitalisasi, tetap tak ada yang mampu menebak kapan kematian seseorang. Kematian tetaplah sebuah misteri. Inovasi demi inovasi dilakukan dunia medis, termasuk penemuan obat pereda sakit, alternatif penyembuh kanker sampai HIV, tapi mencegah kematian seseorang hingga titik akhir atau menebak berapa jatah usia seseorang tetap gagal dilakukan oleh siapapun di muka bumi ini.
 

News Update

"Mohon dukungan & doanya untuk pelayanan YAMARI thn 2012. Rencana anggaran Rp.530 juta. Rencana penerimaan rutin & non rutin (pengurus & mitra) Rp. 227 juta. Masih diperlukan Rp.303 juta.
Jika Anda terbeban click disini

Sahabat Yamari

Member's Birthday

  • hendra wibowo
    birthday will tomorrow

Kalender Kegiatan

February 2012
S M T W T F S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 1 2 3
Find us on facebook
Retreat Nasional VI
Jubah Pujian
Panti Rehab

Pilih Bahasa

Renungan Firman

Latest Comments

  • saya sangat berminat utk bergabung dalam persekutu... More...
  • sssiiipppp nian.., :lol: More...
  • saya ingin naxa.,.,.,apakah seorang laki2 yg berag... More...
  • Alangkah terbatasnya kuasa Tuhan Yesus, sampai-sam... More...
  • saya sangat bersyukur membaca dan memperhatikan ap... More...

Shoutbox

Subscribe to sahabatyamari

Visitor Counter


View My Stats
kesaksian
Konseling & Doa
Persekutuan Doa
Google Sitemap Generator Powered by  MyPagerank.Net

Friends Online

Powered by EvNix