Friday, March 12, 2010
   
Text Size
  • YAYASAN MARTURIA INDONESIA
  • YAYASAN MARTURIA INDONESIA
  • YAYASAN MARTURIA INDONESIA

Jika Anda telah merasakan kebaikan Tuhan Yesus dalam kehidupan Anda dan ingin membagikannya agar dipublikasikan di website ini bisa mengirimkannya ke email This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Kiranya kesaksian Bapak/Ibu bisa menjadi berkat bagi orang lain. Tuhan Yesus Memberkati.

Selalu Indah Pada Waktunya

Andy Noya
Kesaksian Andy Noya
 
Malam itu saya gelisah. Tidak bisa tidur. Pikiran saya bekerja ekstra keras. Dari mana saya bisa mendapatkan uang sebanyak itu?

Tadi sore saya mendapat kabar dari rumah sakit tempat kakak saya berobat. Menurut dokter, jalan terbaik untuk menghambat penyebaran kanker payudara yang menyerang kakak saya adalah dengan memotong kedua payudaranya. Selain butuh persetujuan saya, juga butuh biaya untuk proses operasi.

Soal persetujuan, relatif mudah. Saya sudah menyiapkan mental menghadapi kondisi terburuk itu. Sejak awal dokter menjelaskan tentang risiko kehilangan payudara. Risiko itu sudah saya pahami.
 

Aku disayang Tuhan

Ev. Feba AffanKesaksian Ev. Feba Affan

Namaku FANI. Aku terlahir dari sebuah keluarga berada dengan 14 bersaudara. Meski kami berkelimpahan namun hidup dalam keluarga besar seringkali tak begitu akrab satu sama lain karena masing-masing sibuk dengan urusan pribadinya. Sebabnya adalah Ayahku, seorang penganut poligami. Ia memiliki 4 istri yang hidup dan tinggal dalam satu area.

Ibuku adalah istri termuda dan hanya memiliki dua orang anak, yaitu aku, seorang perempuan dan Dodi adikku lelaki. Ayah dan ibuku adalah dua pribadi yang sangat keras. Mereka dipertemukan oleh nasib yang sama, saat mereka hidup di perantauan. Kerasnya hidup di kota besar membentuk pribadi yang kuat dan tahan uji. Menurut ibuku, ketika kawin dengan ayahku, ia tidak tahu bahwa ayahku sebelumnya telah memiliki 3 orang istri di kampung.

 

Walau Keterbatasan Fisik, Tetap Melayani Tuhan

kesaksian
Keterbatasan fisik bukanlah pasung untuk melayani Tuhan. Meski jari kaki dan tangannya tak lengkap, hal tersebut tidak meyurutkan semangatnya. Tak kenal lelah, ia terus melintasi desa sembari mewartakan jalan keselamatan.
Wanita kelahiran Jakarta, 27 November 1966 ini merupakan salah satu penginjil di YAMARI. Sejak bergabung 12 tahun lalu, Juningsih Gunawan aktif ambil bagian melayani, baik dalam hal berkotbah, memberi penyuluhan, worship leader hingga pelayanan dapur. Hal itu dilakukannya dengan penuh kasih lantaran ia rindu agar makin banyak orang yang bisa mengecam kasih dan kebaikan Tuhan. Seperti yang dia alami.

“Kerinduan saya adalah agar makin banyak orang yang mendengar dan mengenal Injil,” ucapnya bersemangat. Demi kerinduannya itu, Juningsih harus bekerja mencari uang untuk mendukung misi tersebut. Tak dipungkiri, untuk terjun di dunia penginjilan memang diperlukan dana yang cukup besar. “Apalagi tim kita harus membiayai sendiri setiap perjalanan misi yang kami lakukan.
 

Cinta tak Terhalang Kelumpuhan

kesaksian
Buktikan kalau kalian bisa hidup mandiri. Buktikan pada orang-orang. Ingat, kalian tidak hidup sendiri, ada lingkungan, masyarakat dan Gereja...
Kalimat tersebut keluar dari mulut Romo Vincentius Surya ketika memberkati pernikahan Pinter-Lily pada 18 Juni 2004 di Gereja St. Anna Duren Sawit, Jakarta Timur. Ketiga kalimat itu seakan menikam jantung Pinter Samosir dalam-dalam. Dadanya lalu berdegup, sebuah tekad menggumpal ingin cepat-cepat memberi bukti. Sesekali ia memandang wanita di sampingnya yang sebentar lagi akan resmi menjadi istrinya. Ada senyum di bibirnya. Penuh bahagia.
 

Ketika hati cair bagi Yesus

kesaksian
Nama saya Djumhana Kartasasmitha, lahir dari keluarga besar yang non Kristen. Kami sebelas bersaudara. Boleh dikatakan keluarga saya sangat taat beribadah atau menjalankan ritual-ritual keagamaan.
SAYA menjalankan ritual agama saya selama empat puluh sembilan tahun dengan taat. Karena memang, sejak kecil saya menjalankan ibadah dengan taat dan diajar melakukan semua ajaran agama dengan benar dan tertib.
Namun selama menjalankan itu semua, saya tidak pernah mendapatkan damai sejahtera. Bertahun-tahun saya menantikan damai sejahtera yang sejati tetapi tidak kunjung datang.
Saya lalu bertanya-tanya apa yang terjadi kalau suatu saat saya meninggal? Akan ke manakah saya kalau saya meninggal nanti?
 

Page 1 of 2

Login Form






Forgot login?
No account yet? Register

Member's Birthday

  • R. Managara Tampubolon
    birthday will Sunday, 21 March 2010
  • liesye
    birthday will Sunday, 21 March 2010
  • JALA
    birthday will Tuesday, 23 March 2010
Find us on facebook
Subscribe to sahabatyamari

Renungan Firman

Shoutbox

Latest Comments

  • :-) luar biasa,... thk bgt buat artikelnya,.. aku ... More...
    10.03.10 14:52
  • syalom..boleh kenal dengan anda? More...
    12.02.10 18:31
  • aku juga sedang sangat kesulitan sekali saat ini,a... More...
    05.02.10 15:46
  • Saudari L, Salam dalam nama Yesus Kristus, Faktor ... More...
    02.02.10 17:37
  • Amazing......Tuhan kita memang luarrrr biasa "Dia ... More...
    12.01.10 12:51
kesaksian
Konseling & Doa
Pasang Iklan
  Google Sitemap Generator