Sunday, May 19, 2013
   
Text Size

Walau Keterbatasan Fisik, Tetap Melayani Tuhan

kesaksian
Keterbatasan fisik bukanlah pasung untuk melayani Tuhan. Meski jari kaki dan tangannya tak lengkap, hal tersebut tidak meyurutkan semangatnya. Tak kenal lelah, ia terus melintasi desa sembari mewartakan jalan keselamatan.
Wanita kelahiran Jakarta, 27 November 1966 ini merupakan salah satu penginjil di YAMARI. Sejak bergabung 12 tahun lalu, Juningsih Gunawan aktif ambil bagian melayani, baik dalam hal berkotbah, memberi penyuluhan, worship leader hingga pelayanan dapur. Hal itu dilakukannya dengan penuh kasih lantaran ia rindu agar makin banyak orang yang bisa mengecam kasih dan kebaikan Tuhan. Seperti yang dia alami.

“Kerinduan saya adalah agar makin banyak orang yang mendengar dan mengenal Injil,” ucapnya bersemangat. Demi kerinduannya itu, Juningsih harus bekerja mencari uang untuk mendukung misi tersebut. Tak dipungkiri, untuk terjun di dunia penginjilan memang diperlukan dana yang cukup besar. “Apalagi tim kita harus membiayai sendiri setiap perjalanan misi yang kami lakukan.
Puji Tuhan kalau ada sponsor, tapi sekalipun tidak ada kami juga tetap melakukannya. Sebab itu sudah panggilan bagi kami,” tutur Juningsih yang mengaku sudah banyak mengalami pertolongan Tuhan dalam menjalani misinya.

Dipulihkan
Juni, demikian sapaan akrabnya, mengaku bahwa panggilannya untuk menginjil sangat kuat. Saat ditanya kapan akan berhenti, ia pun menjawab, “Sampai semua telinga mendengar tentang Yesus. Jika belum, saya akan terus menjalankan panggilan ini”. Dan menurutnya, kabar tentang Yesus bukan saja hanya diperdengarkan melainkan harus dilakukan. “Kita tidak hanya menginjil melainkan harus menjadi teladan dan terang bagi dunia ini. Apa yang kita lakukan haruslah mempermuliakan nama Tuhan. Lewat perbuatan, kita juga sudah menginjil,” terangnya.

Bicara tentang dunia penginjilan, Juni menuturkan bahwa sejak ia menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, rasa untuk berbagi kasih terus berkobar dalam hatinya. Bahkan ia sempat diasingkan keluarga yang notabene bukan Kristen. “Dulu saya bukan Kristen. Ketika saya masih remaja Tuhan memanggil saya dengan cara yang unik. Tidak ada orang yang secara khusus datang kepada saya untuk menginjil tapi saya sendiri tertarik untuk datang ke gereja,” ungkapnya.

“Karena kecacatan tubuh saya tumbuh menjadi orang minder. Banyak orang yang tidak bisa menerima kecacatan ini, karena itu saya lebih suka menutup diri. Tidak punya teman seperti layaknya anak remaja lainnya. Masa kanak-kanak dan remaja saya habiskan dengan mengurung diri di rumah. Ada rasa ingin marah karena kecacatan ini, tapi tidak tahu harus bagaimana. Terpaksa saya harus menjalaninya,” kisah Juni yang cacat akibat terkena virus typus pada usia dua tahun ini.

Suatu hari Juni ingin sekali datang ke gereja, namun ia tidak berani masuk. Dari luar ia terus memandangi gereja. Katanya, ia tertarik mendengar lagu-lagu yang dinyanyikan gereja tersebut. “Kebetulan saya punya hobi nyanyi. Karena itulah saya datang ke gereja,” ucapnya. Ketika ada di dekat gereja, Juni mengaku hatinya dipenuhi rasa senang. Sampai suatu hari ada salah satu anggota gereja yang mengetahui keberadaan Juni. Lalu orang itu mengajaknya masuk dan bergabung. “Dengan rasa malu dan minder saya pun ikut masuk, bahkan ikut ibadah”.

Juni merasa dikuatkan dan diterima di komunitas tersebut. Akhirnya Juni yang kala itu masih muda belia mengambil komitmen untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamatnya. “Ketika ada di komunitas tersebut, saya jadi percaya diri karena saya diterima. Apalagi ketika saya mendengar banyak firman yang mengatakan bahwa Tuhan tidak melihat fisik melainkan hati. Saat itulah saya yakin bahwa saya juga orang yang berharga di mata Tuhan. Setelah dua tahun belajar akhirnya saya memutuskan untuk dibaptis,” tutur wanita bersuara merdu ini.

Usai dibaptis, Juni mengaku banyak sekali tantangan datang. Salah satunya dari keluarga. Orang tuanya tidak mau menerima keberadaan Juni. Karena itu ia sering dianak tirikan. Tapi buat Juni hal itu tak akan melunturkan komitmennya. Ia justru makin mengebu-gebu bahkan ia memutuskan untuk sekolah penginjil di Tawangmangu. “Pendeta saya, bapak dan ibu Samuel Budi sangat berperan dalam hidup ini. Merekalah yang membimbing dan mengarahkan saya. Mereka jugalah yang mengantar saya sekolah penginjil. Berkat mereka saya ada hingga saat ini”.

Tak menyerah
Juni merasa bersyukur segera menemukan Tuhan sehingga ia tidak larut dalam kesedihan dan rasa tertolak. Justru ia banyak memotivasi orang untuk lebih bersemangat dalam menghadapi hidup ini. Termasuk di tengah keluarga. Meski cacat, Juni tak mau berpangku tangan. Ia bekerja agar bisa menjadi berkat bagi keluarganya

“Semua saya lakukan dengan sukacita. Berbeda ketika saya belum dipulihkan. Saya suka sekali murung, mudah tersinggung dan tidak punya masa depan. Sejak Tuhan pulihkan, hidup saya makin berarti. Saya tidak takut dan kuatir akan masa depan sebab Tuhan sudah menyedian jalan yang terbaik bagi orang yang percaya kepadaNya. Sekalipun kepada orang yang memiliki keterbatasan seperti saya,” papar putri ke empat dari delapan bersaudara ini.

Namun ketika ia sedang menyala-nyala melayani Tuhan, tantangan dari keluarga makin kuat. Juni pun tak mau menyerah, bahkan tak membalasnya. Ia pun makin giat melayani bahkan ia memutuskan untuk menjadi penginjil. “Puji Tuhan, saya memiliki komunitas rohani yang kuat sehingga iman makin dibangkitkan dan tak mudah goyah,” aku wanita yang kini juga aktif melayani di GPIA Jembatan Dua ini.

Sedang ketergabungannya dengan YAMARI berawal ketika Juni dan tim pelayanannya ingin mengembangkan misi penginjilannya. Lewat salah satu rekannya, Juni mengenal YAMARI pada tahun 1997, tepatnya setelah ia lulus dari sekolah penginjil. Banyak suka duka yang ia lewati di yayasan ini, termasuk ketika ia harus ke luar masuk desa dan hutan. Katanya, tantangan tersebut bukan saja muncul dari luar tetapi juga dari dirinya sendiri (akibat keberadaanya red). Bayangkan. dalam kondisi tubuh tanpa jari tangan dan kaki, Juni masih bisa mengerjakan berbagai pekerjaan. bahkan ia juga bisa melayani orang lain.

Pengalaman yang paling berkesan bagi saya adalah ketika kami menginjil di Bali. Saat itu kami pergi berenam, saya sendiri yang wanita. Tiba-tiba ketika tidur malam, saya mengalami serangan kuasa gelap. Karena saya tidur sendiri, maka tidak ada yang membantu saya melawan kuasa tersebut. Puji Tuhan saya bisa mengatasinya,” ungkapnya sembari menuturkan.
 
 

Comments  

 
0 #3 antes solombuku 2010-07-28 13:32
sylom,,,,,,,,,,
makci buat artikelnya,sang at memotivasi saya untuk tetap berjalan maju dan selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap waktu.. karena Ia tidak pernah mengecewakanku.
Quote
 
 
0 #2 sujud prasetio 2010-03-10 14:52
:-) luar biasa,...
thk bgt buat artikelnya,..
aku suka minder, padahal fisik tdk ada yg cacat, banyak org bilang aku multi talent,..meski gitu kadang rasa minder dan tidak pd hadir, sehingga aku tidak dpt menggunakan potensi dgn maksimal,..
setelah baca ini, aku semakin sadar betapa kita semua bisa dipakai TUHAN,..
maju terus Bu,..Gbu
Quote
 
 
0 #1 RIZAL 2010-02-12 18:31
syalom..boleh kenal dengan anda?
Quote
 

Sahabat Yamari

Member's Birthday

  • ark john manalu
    birthday was Tuesday, 14 May 2013
  • djoko sunyoto
    birthday was Tuesday, 14 May 2013
  • Virginia Tessyano
    birthday was Wednesday, 15 May 2013
  • mei kristian zega
    birthday was Wednesday, 15 May 2013
  • Frenky Luan
    birthday was Friday, 17 May 2013
  • Intan
    birthday was Friday, 17 May 2013
  • andre
    birthday was yesterday
  • Zeni
    birthday will Wednesday, 22 May 2013
  • Denny Lumbantoruan
    birthday will Friday, 24 May 2013
Find us on facebook
Jubah Pujian
Panti Rehab

Pilih Bahasa

Renungan Firman

Latest Comments

  • apakah depresi bisa ditangani secara medis? More...
  • @Andi Tubagus : Silahkan pak.. bisa dituliskan sum... More...
  • Pak jagalah terus hari bapak jgn sampai goyah........ More...
  • kesaksian bung andi menjadi berkat bagi semua oran... More...
  • saluuut..., kasih Tuhan mengalir dalam dirimu. Suk... More...

Shoutbox

Subscribe to sahabatyamari

Visitor Counter


View My Stats
kesaksian
Konseling & Doa
Persekutuan Doa
Google Sitemap Generator Powered by  MyPagerank.Net

Friends Online

Powered by EvNix