


Dengan semangat pelayanan yang menggebu-gebu, pada tanggal 11 September 2009, saya, Ev. Simon Petrus Tadu dan Pdt. Tambus Sihombing, berangkat dari Jakarta ke Kabupaten Sambas Kalimatan Barat, menumpang pesawat terbang. Yakni, untuk melayani masyarakat di 13 desa yang kabarnya sangat membutuhkan pelayanan iman.
Kami sampai ke daerah tujuan. Walau harus penuh perjuangan fisik, karena medannya yang berat. Jalannya tak beraspal, dan dipenuhi lumpur. Akibatnya, motor ojek yang kami sewa sampai terpelanting. Tetapi, puji Tuhan, kami tidak mengalami luka berarti.

Tanggal 14 - 27 April 2009
Seorang Ibu bersama keluarganya berlarian ke dalam hutan ketika melihat Tim YAMARI datang. Hal ini biasa bagi masyarakat Suku WANA di pedalaman Kabupaten Morowali–Sulawesi Tengah ketika bertemu orang asing. Suku ini mayoritas penduduknya masih hidup di tengah hutan belantara dan berpindahpindah (nomaden). Rumahnya dibangun di atas pohon.
Untuk menjangkau suku tersebut tim harus berjalan kaki antara 2-3 jam dari dusun melewati sungai, parit, meniti pohon tumbang dan menerobos ilalang. Tidak ada penerangan, alat komunikasi, dan transportasi sehingga penduduk harus berjalan kaki ketika ada berita penting yang harus disampaikan.
More Articles...
Page 1 of 5





