
PERJALANAN Tim Yamari di seputar Lombok dan Bali menghadapi kenyataan bahwa tidak sedikit masyarakat di kedua wilayah turis internasional tersebut yang membutuhkan Injil. Berikut ini kami sajikan sepotong kisah perjalanan Tim YAMARI sejak tanggal 19 sampai 31 Agustus 2009 lalu di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Di kedua pulau yang nota bene disebut, “Seribu Masjid”, dan “Pulau Dewata” atau “Pulau Bali” itu, Tim YAMARI relatif berhasil menembus pedusunan terpencil yang jarang disentuh Injil.
Di kedua daerah wisata itu, agama Kristen nyaris ditentang kehadirannya. Tidak sedikit bangunan Gereja yang dirusak, dan dilarang menjalankan fungsinya. Bukan hanya itu, bahkan ada orang sampai rela sibuk merusak salib-salib yang menghiasi kuburan kaum Kristiani. Itulah sebabnya, kami selalu melakukan pelayanan secara hati-hati.
Di Bali ada seorang ibu yang terpaksa harus keluar dari desanya demi belajar tentang Kristus. Puji syukur, dia kemudian kembali mengabarkan Injil setelah dibaptis. Yang mengenaskan, ada 25 warga yang terpaksa keluar dari desanya karena diusir warga penentang Kekristenan mereka.
Mereka telah sekitar 3 tahun terakhir menjadi umat Kristiani. Akibat diusir, mereka terpaksa menetap di sekitar gunung Nirmala, dan menjadi petani atau pekebun untuk memenuhi kebutuhan hidup masing masing.
Permusuhan itu tidak berhenti sampai di situ. Jalan akses ke gunung Nirmala pun kemudian ditutup paksa oleh para penentang. Jadi, untuk menjual hasil panen, mereka terpaksa harus membuat jalan-jalan darurat.
Kondisi ke-25 warga itu ternyata tidak menarik perhatian aparat desa sekitar. Sikap tidak mengijinkan berdirinya Gereja di wilayah mereka masih tetap berlaku. Tidak ada kompromi; pokoknya dilarang, habis! Walau ada satu-dua aparat desa yang bersikap baik.
Puji Tuhan, ternyata tidak semua warga menentang Kekristenan.Terbukti banyak dari mereka, baik di Bali mau pun di Lombok, yang justru tertarik untuk mengenal Kristus secara lebih dalam. Dan tidak sedikit juga yang telah dibaptis, walau kemudian menghadapi tantangan hidup yang lumayan berat.
Selesaikah tugas kami, Tim YAMARI di kedua pulau wisata itu? Tidak, karena masih banyak yang harus dilakukan untuk menolong banyak umat Kristiani yang amat tertekan akibat Kekristenan mereka. Banyak yang masih harus dilakukan agar izin pendirian Gereja tidak lagi dihambat berbagai pihak di sana. Dan kami yakin, Tuhan mendengar semua harapan kami ini. Amin!!






