
Perjalanan Tim Penginjilan YAMARI kali ini ke Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Sebagaimana halnya banyak perjalanan lainnya, juga mendatangkan suka cita besar. Banyak orang sakit yang disembuhkan atas nama Bapa sorgawi dan Yesus Kristus. Seperti yang dialami seorang Bapak beragama Maraphu (agama setempat) di desa Lajanji-Wulawaejelu, Sumba, yang sudah sekian lama tidak dapat bangkit dari tempat tidur akibat penyakit yang dideritanya, setelah didoakan Tim YAMARI, secara ajaib mampu bangkit, kemudian dapat ikut menghadiri acara kebaktian pemutaran film.
Lalu, seorang Bapak lainnya yang menderita bisul-bisul di sekujur tubuhnya, setelah didoakan Tim YAMARI, esoknya bisulnya sudah mulai mengering.
Suka cita lainnya ialah hasil kunjungan Tim YAMARI ke beberapa rumah Unang (pembicara adat Sumba) yang masih beragama Maraphu. Berkat campur tangan Tuhan, mereka akhirnya mau didoakan dalam nama Tuhan Yesus, dan tinggal selangkah lagi untuk menjadikan mereka Anak Tuhan.
Bukan cuma itu, ada ratusan orang lainnya yang telah bersedia menerima Yesus sebagai Juruselamat setelah mendapat siraman rohani dan menyaksikan berbagai keajaiban karya Tuhan melalui pemutaran film oleh Tim YAMARI.
Di tengah suka cita itu muncul kerinduan lain untuk kembali memberitakan Injil di pedesaan tersebut, dan sekaligus membangun gereja serta menempatkan seorang Hamba Tuhan di sana. Masih banyak jiwa yang siap dituai di wilayah terpencil itu.
Pelayanan penuh sukacita yang dilaksanakan pada tanggal 8 sampai 22 Oktober 2009 itu berhasil mendatangi warga 8 desa di Kabupaten Sumba Timur, yakni di Desa Ranu, Makaminggit, Palangai, Walakare, Laijanji, Kakaha, Panda dan Kambaniru.
Dalam kegiatan itu tim berhasil menghimpun sekitar 1.550 orang dalam beberapa acara, dan 19 orang di antaranya telah menyatakan diri menjadi pengikut Yesus Kristus. Sementara 58 orang lainnya bersedia didoakan secara Kristiani.
Dalam pelayanan itu Tim YAMARI, Ev. Agung Minarso dan Ev. Deddy Dantjie dari PI Nusantara, Jakarta, mendapat dukungan pengurus Gereja di Sumba, khususnya Pengurus Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII).
Demikianlah sepotong laporan perjalanan kami ke Sumba, NTT, dan mohon dukungan doa bagi mereka yang telah menerima Kristus di sana. Kami juga membutuhkan dukungan lainnya dari Anda semua yang peduli terhadap pelayan bagi jiwa-jiwa yang belum tertuai di sana.
Masyarakat ke-8 desa itu mambutuhkan pengadaan sarana air bersih. Menempatkan seorang Hamba Tuhan sebagai pelayan tetap. Lalu, membina kerohanian mereka, khususnya tentang okultisme dan perdukunan, karena hal-hal tersebut sangat menguasai kehidupan masyarakat di sana. Dan yang tidak kalah penting, ialah membangun sebuah gereja, serta menyebarluaskan Alkitab.
Ev. Agung Minarso





