
Tanggal 11-22 Maret 2011, Tim PI YAMARI (Ev.Agung Minarso & Ev.Deddy Dantjie) bersama Pdt. Maman Yosua (GPdI Bengkayang), Pdt. Harya Kusuma (GPdI Sintang) dan Pdt. Tri (GPSK Sintang), mengadakan pelayanan pekabaran Injil dan pembinaan iman di desa Sungai Nyala, desa Aji Melaju, desa Perembung SP.6, desa Riguk-Merah Air, desa Kenoa Ketingau Hilir, desa Jetai Nanga Ketungau, desa Lubuk Damai Nanga Tengau dan desa Sungai Pensik di daerah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.
Perjalanan dengan mobil dari Pontianak menuju Sintang ditempuh selama 8 jam, sedangkan untuk menuju ke lokasi pelayanan harus menggunakan ‘speed boat’ (seperti naik kuda, lompat-lompat hampir 2 jam), dan disambung lagi dengan sepeda motor.
Tujuan pelayanan kali ini adalah untuk menjangkau jiwa-jiwa baru agar mereka percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan untuk membina iman jemaat supaya tetap setia kepada Tuhan.
Dalam 9 kali pertemuan, hadir sekitar 1.350 orang, 7 orang diantaranya menerima dan percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan ada 525 orang memperbaharui iman.
Kegiatan yang dilakukan a.l. :
- Mengadakan Kebaktian Kebangunan Rohani, pemutaran film rohani, mendoakan yang sakit, menantang petobat baru untuk terima Tuhan Yesus. Sebagian besar acara diadakan di halaman rumah penduduk atau dipinggir jalan.
- Mengunjungi rumah-rumah penduduk untuk mendoakan pergumulan pribadi, keluarga maupun pekerjaan mereka, dan mengunjungi daerah pedusunan terpencil yang belum ada hamba Tuhan dan belum ada gereja.
- Mendoakan seorang anak laki-laki, bernama Revan (14 bulan) yang akan dioperasi untuk membuat ‘anus buatan’ karena mengalami kelainan fisik. Revan adalah putra Bpk.Fransiskus Ivansius (tukang las di Sintang).
- Ketika mengunjungi desa Riguk Merah Air, Tim mendapat sambutan hangat dari warga yang telah berdoa bertahun-tahun agar ada acara kebaktian kebangunan rohani. Akhirnya, kerinduan mereka terpenuhi dengan hadirnya Tim YAMARI.
- Mendoakan Bp. Jurdin, seorang dukun di desa Lubuk Damai. Ia maju ke depan mimbar ketika diadakan ‘altarcall’, minta didoakan untuk terima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
- Mendoakan Bp. Bosin di desa Benoa, yang mengalami depresi berat karena usahanya bangkrut. Beberapa kali mau bunuh diri dengan cara gantung diri. Setelah didoakan mendapat kekuatan dari Tuhan, wajahnya mulai berseri-seri dan tidak muram lagi.
- Dalam perjalanan pelayanan, sempat dihadang oleh beberapa penduduk desa, dikira kami teroris, karena daerah tersebut sedang heboh tentang penculikan anak. Puji Tuhan, semua dapat kami lalui karena penyertaan Tuhan.
Dukung dan doakan agar ada hamba Tuhan yang datang dan menetap melayani di daerah mereka, dan bisa membangun gereja untuk memfollow-up jiwa-jiwa yang baru dilayani Tim YAMARI. (Am)






Comments
Puji Tuhan, mari kita kobarkan dan bagmkitkan semangat untuk terus melayani Yesus Kristus bersama dengan kasih dan anugrahNya, amin
RSS feed for comments to this post