
Tanggal 20 Februari - 5 Maret 2009
“Ladang-ladang telah menguning dan siap untuk dituai” demikianlah Tim Penginjilan YAMARI pergi melaksanakan panggilan tugas pelayanan untuk menuai jiwa-jiwa bagi Kristus. Dalam kesempatan kali ini Tim Penginjilan YAMARI bersama dengan Tim PI Nusantara pergi ke pedalaman Kalimantan Barat.
Perjalanan dari Desa Lido menuju ke Desa Kedaek harus ditempuh dengan perahu temple selama 8 jam. Banyak tantangan yang dihadapi Tim PI YAMARI ketika melayani di sana. Diantaranya; patahnya baling-baling perahu karena perahu menabrak pohon dan bebatuan. Tim juga beberapa kali harus mendorong perahu karena air sungai dangkal.
Selain harus menyusuri sungai, perjalanan juga ditempuh dengan berjalan kaki melewati tanah liat, parit yang penuh ilalang, sehingga tim harus mengenakan sepatu boat. Bukan itu saja sepeda motor yang kami tumpangi (ojek, red) harus melewati batang pohon (papan) karena melintas sungai. Motor beberapa kali terjatuh dan terpelanting karena rodanya selib hingga masuk ke parit.

Masyarakat di desa itu banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan. Rata-rata warga berpenghasilan Rp.15.000 per hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kebanyakan satu keluarga berisi empat orang (dua orang tua dan dua orang anak).
Mayoritas penduduk bretani dan berkebun atau menyadap pohon karet. Karet terjual dengan harga Rp 4.000 hingga Rp 5.000 per kg. Untuk lada, seharga Rp 35.000-Rp 40.000,- per kg dan dipanen setiap 9 bulan. Padi beras seharga Rp 8.000- Rp.10.000 per kg, dipanen selama 6 bulan. Sedangkan untuk tanaman coklat kurang diminati masyarakat karena sering dimakan tupai sehingga tidak menghasilkan.
Sarana pendidikan kurang memadai. Sekolah SD yang ada juga sangat jauh dari rumah penduduk, akibatnya banyak anakanak yang tidak mengecap pendidikan. Mereka hanya bermain sehingga akhirnya orang tua menikahkan anak-anaknya saat mereka masih belasan tahun.
Penyakit malaria dan deman berdarah banyak menyerang penduduk setempat, tidak terkecuali bayi yang berumur beberapa bulan. Hal ini disebabkan orang tua membawa bayi-bayi mereka ke ladang, sementara asupan gizi dan makanan sehat tidak tercukupi. Tak heran jika bayi mereka rentan dengan penyakit dan terserang busung lapar.
Apalagi kebersihan lingkungan tidak terjaga. Banyak babi milik penduduk yang berkeliaran, sehingga kotorannya tercecer di jalan dan mengakibatkan diare.

Tim bermalam di rumah penduduk. Rata-rata rumah tak beratap, sehingga sering menjadi mangsa nyamuk hutan dan tidur di atas papan. Sedangkan pada siang hari panas terik matahari. Selama berada di sana tim mengalami kulit wajah terbakar.
Tim sempat mengunjungi Singkawang yang dikenal sebagai Hongkong-nya Indonesia karena banyak dihuni warga keturunan China. Selain itu mendapat julukan Kota 1000 Kuil karena banyaknya kuil-kuil di sekitar kota Singkawang. Selama pelayanan Tim melayani di dua kabupaten, yakni Ngabang dan Bengkayang (Landak). Tepatnya di desa Suti Semarang, Sebantik, Padang Tanjung, Parek, Bentiang Simame, Tengon Kulum, Kiung, Buah Ratas dan Marenseng.
Acara diadakan di halaman depan rumah penduduk. Selain itu tim juga berkunjung di desa Tapen dan Selakau. Kegiatan yang dilakukan oleh Tim dimulai pukul 18.00 Wib, diawali dengan acara pemutaran film anakanak, remaja dan umum. Pemberitaan firman Tuhan diawali dengan puji-pujian dan diakhiri dengan altar call.

Dalam kesempatan ini Tim juga membagikan Alkitab sebanyak 10-20 buah per lokasi pelayanan, khusus bagi yang sangat membutuhkan dan petobat baru. Tim PI yang diadakan tanggal 20 Februari sampai 5 Maret 2009 ini adalah; Ev. Agung Minarso dan Ev. Deddy Dantjie.
Bagi bapak, ibu dan saudara yang terbeban untuk mendukung pelayanan ini silahkan menghubungi YAMARI setiap jam kerja. Tuhan Yesus memberkati dan kemuliaan hanya bagi Tuhan. (Agung)






