Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yesus Kristus, Lokakarya II MHM – YAMARI yang merupakan kelanjutan Lokakarya I di Kutai Barat, Samarinda telah terlaksana dengan lancar. Lokakarya II diselenggarakan pada tanggal 8-10 Mei 2009 di Tana Toraja.
Lokakarya II kali ini di ikuti 64 peserta dari sahabat Marturia Hospital Ministry (MHM) yang datang dariJakarta, Rangkas Bitung, Bandung, Semarang, Magelang, Surabaya, Malang, Batam, Samarinda dan Makasar. Kegiatan ini merupakan kerjasama gereja- gereja Tana Toraja dengan MHM – YAMARI.
Berbagai kegiatan dilaksanakan, antara lain; bertempat di Ruang Pertemuan Misiliana Hotel-Rantepau diadakan seminar sehari untuk 200 hamba Tuhan se-Toraja pada hari Jumat (8/5), mulai pukul 08.00- 15:00 wita. Temanya, “Pertumbuhan Gereja” dengan pembicara Pdt. J K Parantean, Pdt Andreas Abdianto dan Ev.M.Bambang Soewono. Acar dihadiri oleh; GKP Toraja, Gereja Katolik, GPdI, GBI , GPPS, GPI, GKII, Kebaid, GSJA, GPT, GKMI, GPSDI, GGP, GBT, dan GDTI.
Esok harinya, Sabtu (9/5) diadakan pengobatan gratis di empat lokasi yang berbeda: di Pasar Rembon melayani ±216 pasien, di Salu-Sopai melayani ± 360 pasien, di Pallawa melayani ±230 pasien, di Buntao melayani ± 250 pasien. dr. Kang Won Tae speasialis kulit yang datang dari Korea dengan senang hati melayani ±100 pasien yang datang dengan berbagai keluhan penyakit kulit di Klinik Misiliana.
Bersamaan dengan Seminar hamba Tuhan dan pengobatan gratis, diadakan penyuluhan narkoba untuk murid-murid SMA, guru dan orang tua murid. Peserta cukup antusias mendengarkan ceramah dari Dr. Andreas S. Kurniawan.
Sore hari, di GOR Rantepau diadakan KKR dengan tema “Yesus Satu-satunya Juru Selamat” dan pembicara Pdt. Andreas Abdianto (Singapura). Dan dimeriahkan Vokal Grup YAMARI. Demikian juga KKR di Makale, sekal ipun diselenggarakan di tempat terbuka dan hujan turun dengan lebatnya, hadirat Tuhan sangat terasa.
Tuhan telah melawat Tana Toraja melalui Lokakarya II MHM - YAMARI. Kami berharap kepada Tuhan, agar jiwa-jiwa yang telah dilayani melalui konseling saat pengobatan gratis dan KKR dapat ditindak lanjuti sehingga iman mereka bertumbuh bagi kemuliaan namaNya.
Oleh : Ev. Trifena Ina Astuty




